Kami hanya saling menatap, hanya wajahnya yang bisa mengatasi sesaknya rindu di busung dada , meski masing-masing sibuk dengan dunia mayanya, dan sesekali saling menatap kamera, bahwa mata kami mengatakan saling rindu wajah ini, wajah riang ini, wajah muram ini, tertawa seperti ini, kapan kita bertemu lagi?
Tolong beri waktu untuk obati rasa rindu ini, semalam saja, seperti ini saja, meski kami jauh, tapi ini sangat nyaman.
Aku tak mau habiskan malam, aku ingin malam ini tidak berakhir, aku butuh orang ini, temani aku malam ini saja, aku tidak mau sendiri lagi.
Kemudian waktu melepas bulir-bulir detiknya, menitnya, dan jamnya. Tak pernah terasa habis ia lewat begitu cepatnya.
"Baby, how much of you is real?"
No comments:
Post a Comment